Prinsip Kerja Katrol
Berdasarkan prinsip katrol, orang menyusun katrol
tunggal menjadi beberapa katrol yang bekerja sekaligus. Katrol yang demikian
disebut sistem katrol atau katrol berganda
|
|
|
|
SISTEM KATROL atau KATROL BERGANDA adalah penggabungan
beberapa katrol, sehingga mempunyai keuntungan mekanik yang berlipat ganda.
Keuntungan Mekanik (KM) katrol ganda adalah sama dengan banyaknya katrol yang
tersusun pada SISTEM KATROL atau dapat juga ditentukan dari banyaknya tali
katrol yang mengangkat beban. Sebagai contoh Jika katrol menggunakan tali yang
menahan beban berjumlah 6, maka keuntungan mekaniknya adalah 6 kali.
Berdasarkan prinsip katrol, orang menyusun katrol
tunggal menjadi beberapa katrol yang bekerja sekaligus. Katrol yang demikian
disebut sistem katrol atau katrol berganda
![]() |
Beban beratnya 400 N diangkat
dengan system katrol seperti gambar disebelah. Berapa gaya kuasa yang
diperlukan untuk mengangkat beban tersebut?
Penyelesaian : Pada katrol disebelah jumlah tali yang mengangkat beban berjumlah 4, maka keuntungan mekaniknya adalah 4 kali. |
Prinsip Kerja Relay
Relai adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet
untuk mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. Susunan
paling sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi. Bila
kumparan ini dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos
yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar.
Jenis-jenis relai
Berdasarkan cara kerja
- Normal terbuka. Kontak sakelar tertutup hanya jika relai dihidupkan.
- Normal tertutup. Kontak sakelar terbuka hanya jika relai dihidupkan.
- Tukar-sambung. Kontak sakelar berpindah dari satu kutub ke kutub lain saat relai dihidupkan.
- Bila arus masuk Pada gulungan maka seketika gulungan,maka seketika gulungan akan berubah menjadi medan magnet.gaya magnet inilah yang akan menarik luas sehingga saklar akan bekerja
Berdasarkan konstruksi
- Relai menggrendel. Jenis relai yang terus bekerja walaupun sumber tenaga kumparan telah dihilangkan.
- Relai lidi. Digunakan untuk pensakelaran cepat daya rendah. Terbuat dari dua lidi feromagnetik yang dikapsulkan dalam sebuah tabung gelas. Kumparan dililitkan pada tabung gelas.
Relay
adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus
listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada
batang besi
(solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.
(solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.
Secara
sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
Dalam
pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan
sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbaik yaitu anoda
pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk
mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi
dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.
Konfigurasi
dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:
•
Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu
•
Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
Change
Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika
relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak
yang lain.
Penggunaan relay perlu memperhatikan
tegangan pengontrolnya serta
kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya
tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4
A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus
listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada
tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih
aman.Relay jenis lain ada yang namanya
reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin
kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus,
kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan
medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka
(off).
Gambar Relay
SSPrinsip
Kerja Relay
Relay
terdiri dari Coil & Contact
coil
adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contactadalah
sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus
listrik dicoil. Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum
diaktifkan open), dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan
close). Secara sederhana berikut ini prinsip kerja darir elay :
ketikaCoil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya
elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan
menutup
Prinsip Kerja Katrol
Berdasarkan prinsip katrol, orang menyusun katrol
tunggal menjadi beberapa katrol yang bekerja sekaligus. Katrol yang demikian
disebut sistem katrol atau katrol berganda
|
|
|
|
SISTEM KATROL atau KATROL BERGANDA adalah penggabungan
beberapa katrol, sehingga mempunyai keuntungan mekanik yang berlipat ganda.
Keuntungan Mekanik (KM) katrol ganda adalah sama dengan banyaknya katrol yang
tersusun pada SISTEM KATROL atau dapat juga ditentukan dari banyaknya tali
katrol yang mengangkat beban. Sebagai contoh Jika katrol menggunakan tali yang
menahan beban berjumlah 6, maka keuntungan mekaniknya adalah 6 kali.
Berdasarkan prinsip katrol, orang menyusun katrol
tunggal menjadi beberapa katrol yang bekerja sekaligus. Katrol yang demikian
disebut sistem katrol atau katrol berganda
![]() |
Beban beratnya 400 N diangkat
dengan system katrol seperti gambar disebelah. Berapa gaya kuasa yang
diperlukan untuk mengangkat beban tersebut?
Penyelesaian : Pada katrol disebelah jumlah tali yang mengangkat beban berjumlah 4, maka keuntungan mekaniknya adalah 4 kali. |
Prinsip Kerja Relay
Relai adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet
untuk mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. Susunan
paling sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi. Bila
kumparan ini dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos
yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar.
Jenis-jenis relai
Berdasarkan cara kerja
- Normal terbuka. Kontak sakelar tertutup hanya jika relai dihidupkan.
- Normal tertutup. Kontak sakelar terbuka hanya jika relai dihidupkan.
- Tukar-sambung. Kontak sakelar berpindah dari satu kutub ke kutub lain saat relai dihidupkan.
- Bila arus masuk Pada gulungan maka seketika gulungan,maka seketika gulungan akan berubah menjadi medan magnet.gaya magnet inilah yang akan menarik luas sehingga saklar akan bekerja
Berdasarkan konstruksi
- Relai menggrendel. Jenis relai yang terus bekerja walaupun sumber tenaga kumparan telah dihilangkan.
- Relai lidi. Digunakan untuk pensakelaran cepat daya rendah. Terbuat dari dua lidi feromagnetik yang dikapsulkan dalam sebuah tabung gelas. Kumparan dililitkan pada tabung gelas.
Relay
adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus
listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada
batang besi
(solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.
(solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.
Secara
sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
Dalam
pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan
sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbaik yaitu anoda
pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk
mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi
dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.
Konfigurasi
dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:
•
Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu
•
Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
Change
Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika
relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak
yang lain.
Penggunaan relay perlu memperhatikan
tegangan pengontrolnya serta
kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya
tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4
A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus
listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada
tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih
aman.Relay jenis lain ada yang namanya
reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin
kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus,
kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan
medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka
(off).
Gambar Relay
SSPrinsip
Kerja Relay
Relay
terdiri dari Coil & Contact
coil
adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contactadalah
sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus
listrik dicoil. Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum
diaktifkan open), dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan
close). Secara sederhana berikut ini prinsip kerja darir elay :
ketikaCoil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya
elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan
menutup







Tidak ada komentar:
Posting Komentar