sejatinya diriku dan dirimu hanyalah milik-NYA
diriku bukanlah tercipta untukmu
dirimu pun bukan tercipta untukku
kita berdua telah mentakdirkan diri kita
ketika kita lahir
kita telah menentukan umur kita
kita telah menentukan kematian dan dimana kita menghembuskan nafas terakhir
sejatinya, dirimu tak pantas mengakui bahwa aku adalah milikmu
sejatinya, diriku hanyalah ciptaan-NYA dan akan kembali pada penciptaku
bukannya aku meremehkan dirimu
namun itulah kenyataannya dan kau harus tau itu
Mutiara Hadits Imam Ja‘far as
“Tiga manusia adalah sumber kebaikan:
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara),
manusia yang tidak melakukan ancaman,
dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara),
manusia yang tidak melakukan ancaman,
dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”
Selasa, 12 Februari 2013
Minggu, 10 Februari 2013
RISOLES ISI RAGOUT AYAM
Bahan kulit:
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
3 btr telur
250 ml susu cair
1 sdm mentega, lelehkan
margarine untuk olesan
Cara membuat:
- Ayak terigu, taruh dalam mangkuk bersama garam. Buat lubang ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah.
- Tambahkan susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
- Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
- Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
- Olesi wajan dadar diameter 12 cm dengan margarine, panaskan.
- Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
250 gr ayam, dipotong dadu
100 gr wortel potong dadu kecil
3 siung bawang putih
½ butir bawang Bombay
1 batang daun seledri cincang halus
250 ml susu UHT
250 ml kaldu ayam
150 gr terigu ( Kemarin pakai 15 gr salah baca ukuran )
½ sdt merica
½ sdt pala bubuk
1 sdt garam
1 sdm gula
Bahan memanir:
300 gram tepung roti
3 butir telur ( kocok lepas )
Cara Membuat:
1. Tumis bawang putih dan Bombay hingga harum
2. Masukan ayam, wortel, daun seledri, garam, merica, gula, pala bubuk
3. Masukkan tepung terigu.
4. Aduk hingga masak
5. Masukkan air kaldu dan susu secara bertahap sampai adonan mengental.
6. Angkat dari api dan dinginkan
Penyelesaian:
- Ambil selembar kulit risol kemudian isi dengan 1 sdm ragout, kemudian lipat dan gulung. Lakukan hingga adonan kulit habis
- celupkan risol ke dalam kocokan telur, gulingkan di atas tepung panir.
- Simpan di kulkas selama kurleb 1 jam
- Goreng hingga kecoklatan
- Sajikan dengan cabe rawit atau saus sambal
Sumber : wantipunyadapur.blogspot.
Resep Brownies Kukus Cokelat
Brownis kukus nan lembut dan memiliki dua rasa yang super istimewa ini bisa menjadi buah tangan untuk orang tua tersayang.
Bahan I:
3 butir telur
75 gram gula pasir
1/2 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
35 gram tepung terigu protein sedang
20 gram cokelat bubuk
1/4 sendok teh baking powder
50 gram margarin, dilelehkan
30 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
40 gram meises cokelat untuk taburan
Bahan Ii:
2 butir telur
40 gram gula pasir
1/2 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
40 gram tepung terigu protein sedang
1/4 sendok teh baking powder
30 gram margarin, dilelehkan
20 gram cokelat masak putih, dilelehkan
1/2 sendok makan selai stroberi
5 tetes pewarna merah muda
Cara Pengolahan :
Adonan I: kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diaya dan diaduk rata.
Masukkan margarin leleh dan cokelat masak pekat leleh. Aduk perlahan. Tuang di loyang 24x10x4 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Kukus 10 menit dengan api sedang. Tabur meises. Kukus lagi 5 menit.
Adonan II: kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambakan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
Masukkan campuran margarin leleh, cokelat masak putih leleh, selai stroberi, dan pewarna merah muda. Aduk perlahan.
Tuang di atas bahan I. Kukus lagi 15 menit sampai matang.
Untuk 12 potong
Resep Chocolate Brownies Lapis
Bahan I:
4 butir telur ayam
160 gr gula pasir
6 gr emulsifier
Bahan II:
100 gr tepung terigu sedang
20 gr cokelat bubuk
20 gr susu bubuk
1/4 sdt baking powder
Bahan III (Cairkan);
100 gr margarin
50 gr butter
Bahan vla:
250 ml susu cair putih
50 gr gula pasir
2 btr kuning telur
1 sdt margarin
15 gr tepung maizena
2 sdm rum
Cara membuat:
1. Siapkan 3 loyang bulat, diameter 18 cm, olesi margarin dan lapisi kertas roti.
2. Kocok bahan I dengan mixer sampai kental dan mengembang, lalu masukkan bahan II dan bahan III yang sudah dicairkan.
3. Tuang adonan ke dalam 3 loyang, lalu kukus selama 15 menit sampai cake matang. Dinginkan, sisihkan.
4. Vla: Campur semua bahan vla jadi satu, kecuali rum. Masak di atas api kecil sampai adonan mengental. Setelah dingin, baru masukkan rum.
5. Ambil satu buah cake, beri vla, tumpuk dengan cake satunya, agak ditekan agar padat.
6. Taburkan cokelat bubuk di atasnya. Potong-potong saat akan disajikan.
Untuk 10 orang
Resep: Jeanne Raharja
Penyusun: Nuraini W.
Penata saji: T. Firta Hapsari
4 butir telur ayam
160 gr gula pasir
6 gr emulsifier
Bahan II:
100 gr tepung terigu sedang
20 gr cokelat bubuk
20 gr susu bubuk
1/4 sdt baking powder
Bahan III (Cairkan);
100 gr margarin
50 gr butter
Bahan vla:
250 ml susu cair putih
50 gr gula pasir
2 btr kuning telur
1 sdt margarin
15 gr tepung maizena
2 sdm rum
Cara membuat:
1. Siapkan 3 loyang bulat, diameter 18 cm, olesi margarin dan lapisi kertas roti.
2. Kocok bahan I dengan mixer sampai kental dan mengembang, lalu masukkan bahan II dan bahan III yang sudah dicairkan.
3. Tuang adonan ke dalam 3 loyang, lalu kukus selama 15 menit sampai cake matang. Dinginkan, sisihkan.
4. Vla: Campur semua bahan vla jadi satu, kecuali rum. Masak di atas api kecil sampai adonan mengental. Setelah dingin, baru masukkan rum.
5. Ambil satu buah cake, beri vla, tumpuk dengan cake satunya, agak ditekan agar padat.
6. Taburkan cokelat bubuk di atasnya. Potong-potong saat akan disajikan.
Untuk 10 orang
Resep: Jeanne Raharja
Penyusun: Nuraini W.
Penata saji: T. Firta Hapsari
U 're my everything
Di penghujung Januari 2012, aku mengenalnya melalui chatting via facebook.
Pagi itu, setelah membersihkan warnet tempat ku bekerja, seperti biasa aku aktifkan facebook.
Aku memutar musik via media player.
Sembari menyedot debu dengan vacuum cleaner, terdengar bunyi pertanda ada yang menyapaku via chatting.
Aku tak langsung menengok layar komputer.
Ku sudahi pekerjaanku.
Ku lihat seorang pria, dengan nama Amirullah menyapaku.
Ku balas chatting-nya agar tak sombong.
Chatting berlanjut hingga curhat kesana kemari.
Akhirnya dia meminta nomor hengpong-ku dan entah mengapa dengan mudahnya ku berikan.
Malamnya, dirumahku dia sms memintaku untuk menelpon.
Sopan, kesan pertma untuknya.
Dia tak langsung menelpon tetapi minta izin dulu.
Aku ingin menguji sabarnya dia. Ku tolak niatnya untuk mengobrol via telpon.
Ku beri izin besok setelah subuh, dia boleh menelponku.
Esoknya,subuh,, setelah selesai shalat dia menelponku. Pembicaraan singkat kami terhenti karena aku harus ziarah ke makam ayahanda tercinta.
Jumat yang indah.
Hubungan berlanjut hingga seminggu setelah itu kami resmi jadian.
LDR (Long Distance Relationship) hingga beberapa bulan. Dia berada jauh di seberang pulau sana.
Dia mengabdi di Pesantren di Madura.
Aku belum pernah sedikitpun melihat wajahnya. Hanya foto saja yang bisa ku lihat.
Komunikasi berjalan lancar, sms dan telpon berlangsung.
Aku sangat senang ketika dibangunkan setiap azan subuh.
Walau mataku masih mengantuk, dengan lembutnya dia mengajakku shalat sedangkan dia sudah pulang dari masjid pondoknya.
Dia tak akan mematikan hengpong hingga mendengar gemericik wudhu-ku.
Shalat adalah hal yang sangat sakral untuknya.
Terkadang di telpon, dia lantunkan ayat suci al-quran.
Dia ucapkan hadist nabi beserta maknanya.
Aku senang mendengarnya.
Hingga pada bulan ramadhan dia kembali ke bangka.
Dan dia telah selesai mengabdi.
Pertemuan pertamaku dengannya di konter.
Dia baik dan sopan. Dia lucu, dia ramah. Dia tidak pelit, dia suka makan.
Setiap makan nasi padang bersamanya aku selalu mensisihkan setengah bagianku untuknya. Aku tak sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu. Daripada mubazir..
Kini februari 2013,, genap setahun kebersamaan kami. Dia selalu ada untukku.
Dia memahami keegoisanku hingga menyulap egois itu menjadi hilang dalam diriku.
Dia mengerti aku, tak pernah memaksa kehendak dan membebaskanku melakukan apapun.
Dia sangat perhatian, dikala ku sakit dan sehat. Memperhatikan pola makan ku hingga banyak yang berkomentar aku terlihat gemuk.
Dia percaya selalu padaku.
Pengertian, kepercayaan, dan perhatian adalah pondasi kami.
Untukmu, yang sampai saat ini menghiasi hari-hariku, catatan ini ku persembahkan hanya untukmu...
Pagi itu, setelah membersihkan warnet tempat ku bekerja, seperti biasa aku aktifkan facebook.
Aku memutar musik via media player.
Sembari menyedot debu dengan vacuum cleaner, terdengar bunyi pertanda ada yang menyapaku via chatting.
Aku tak langsung menengok layar komputer.
Ku sudahi pekerjaanku.
Ku lihat seorang pria, dengan nama Amirullah menyapaku.
Ku balas chatting-nya agar tak sombong.
Chatting berlanjut hingga curhat kesana kemari.
Akhirnya dia meminta nomor hengpong-ku dan entah mengapa dengan mudahnya ku berikan.
Malamnya, dirumahku dia sms memintaku untuk menelpon.
Sopan, kesan pertma untuknya.
Dia tak langsung menelpon tetapi minta izin dulu.
Aku ingin menguji sabarnya dia. Ku tolak niatnya untuk mengobrol via telpon.
Ku beri izin besok setelah subuh, dia boleh menelponku.
Esoknya,subuh,, setelah selesai shalat dia menelponku. Pembicaraan singkat kami terhenti karena aku harus ziarah ke makam ayahanda tercinta.
Jumat yang indah.
Hubungan berlanjut hingga seminggu setelah itu kami resmi jadian.
LDR (Long Distance Relationship) hingga beberapa bulan. Dia berada jauh di seberang pulau sana.
Dia mengabdi di Pesantren di Madura.
Aku belum pernah sedikitpun melihat wajahnya. Hanya foto saja yang bisa ku lihat.
Komunikasi berjalan lancar, sms dan telpon berlangsung.
Aku sangat senang ketika dibangunkan setiap azan subuh.
Walau mataku masih mengantuk, dengan lembutnya dia mengajakku shalat sedangkan dia sudah pulang dari masjid pondoknya.
Dia tak akan mematikan hengpong hingga mendengar gemericik wudhu-ku.
Shalat adalah hal yang sangat sakral untuknya.
Terkadang di telpon, dia lantunkan ayat suci al-quran.
Dia ucapkan hadist nabi beserta maknanya.
Aku senang mendengarnya.
Hingga pada bulan ramadhan dia kembali ke bangka.
Dan dia telah selesai mengabdi.
Pertemuan pertamaku dengannya di konter.
Dia baik dan sopan. Dia lucu, dia ramah. Dia tidak pelit, dia suka makan.
Setiap makan nasi padang bersamanya aku selalu mensisihkan setengah bagianku untuknya. Aku tak sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu. Daripada mubazir..
Kini februari 2013,, genap setahun kebersamaan kami. Dia selalu ada untukku.
Dia memahami keegoisanku hingga menyulap egois itu menjadi hilang dalam diriku.
Dia mengerti aku, tak pernah memaksa kehendak dan membebaskanku melakukan apapun.
Dia sangat perhatian, dikala ku sakit dan sehat. Memperhatikan pola makan ku hingga banyak yang berkomentar aku terlihat gemuk.
Dia percaya selalu padaku.
Pengertian, kepercayaan, dan perhatian adalah pondasi kami.
Untukmu, yang sampai saat ini menghiasi hari-hariku, catatan ini ku persembahkan hanya untukmu...
Pengajian Ta'ziah Desa Kace
Ta'ziah, sebutan untuk pengajian remaja di desaku. Pengajian ini telah terbentuk sejak lama. Sejak aku masih SMP dulu.
Anggota pengajian pun telah berganti generasi karena ada yang sudah menikah.
Pengajian Ta'ziah mengadakan arisan. Lima ribu setiap minggu. Agenda yasianan setiap malam jumat. Mereka yang mendapat giliran arisan maka disitulah yasinan diadakan.
Terkadang kami melakukan rekreasi ke pantai.
Mengendarai bus kami berangkat.
Setiap ada yang meninggal dunia, kami ta'ziah mengaji di rumah duka.
Mengkhatamkan 30 jus bersama keluarga yang berduka.
Pengajian ta'ziah diasuh seorang pria, Bapak Samsudin. Dan ketua nya Bapak Rusli.
Anggotanya berjumlah 50-an orang.
Pengjian ini bertujuan untuk meningkatkan dan melestarikan budaya rohani di desaku.
Di zaman sekarang, banyak anak muda yang keluyuran.
Dengan terbentuknya wadah ini, diharapkan agar pemuda pemudi berkegiatan positif. Bermanfaat untuk masyarakat dan selalu menjaga nama baik desa.
Anggota pengajian pun telah berganti generasi karena ada yang sudah menikah.
Pengajian Ta'ziah mengadakan arisan. Lima ribu setiap minggu. Agenda yasianan setiap malam jumat. Mereka yang mendapat giliran arisan maka disitulah yasinan diadakan.
Terkadang kami melakukan rekreasi ke pantai.
Mengendarai bus kami berangkat.
Setiap ada yang meninggal dunia, kami ta'ziah mengaji di rumah duka.
Mengkhatamkan 30 jus bersama keluarga yang berduka.
Pengajian ta'ziah diasuh seorang pria, Bapak Samsudin. Dan ketua nya Bapak Rusli.
Anggotanya berjumlah 50-an orang.
Pengjian ini bertujuan untuk meningkatkan dan melestarikan budaya rohani di desaku.
Di zaman sekarang, banyak anak muda yang keluyuran.
Dengan terbentuknya wadah ini, diharapkan agar pemuda pemudi berkegiatan positif. Bermanfaat untuk masyarakat dan selalu menjaga nama baik desa.
Album Usang Berdebu
Sepi dirumah tanpa
aktivitas, iseng-iseng ku buka rak buku ku. Ku perhatikan dari sekian
banyak buku, terselip sebuah album usang berdebu. Ku ambil album itu. Ku
sapu bersih debu yang melekat. Mulai ku buka.
Terhenyak aku, memandang ayahku ketika masih perjaka. Belum menikah dengan ibu. Ayahku berpostur tubuh tinggi tegap. Senyumnya banyak yang dikulum. Gaya modis di tahun 70-an. Memakai topi bulat berpose di Candi Borobudur. Candi idamanku selama ini. Candi yang terletak di Magelang, Yogyakarta itu entah kapan akan terinjak oleh kaki ku.
Ku perhatikan seksama, ayahku sepertinya pemuda yang pemalu. Terbukti dari foto ayah yang senyumnya tidak mekar banget.
Puas memperhatikan foto ayahku. Aku kembali membuka album kedua. Album ketika di Desa Bakik. Menurut orang Bangka, di Bakik terdapat kuburan keramat. Yang bisa mengabulkan permintaan. Padahal itu merupakan perbuatan syirik.
Satu persatu ku perhatikan foto ketika aku masih SMP. Hitam dan jelek sekali diriku waktu itu. Maklum, saat itu aku suka ikut kegiatan pramuka. Aku tidak suka merawat tubuh seperti perempuan sebaya ku.
Ku pandangi wajah ibuku. Ibuku tersenyum dipeluk kakak perempuanku. Ibuku memang wanita yang murah senyum. Ibuku wanita ceria yang sifatnya diturunkan kepada adik perempuanku. Setiap mengabadikan moment, adikku itu selalu tersenyum.
Aku melanjutkan pandangan ke wajah nenek dari ibuku dan dari ayahku. Tersenyum pula kedua orang tua ini. Nenek dari ibuku dipeluk tanteku sedangkan nenek dari ayah aku sendiri yang memeluk.
Kakekku tak mau ikut berfoto. Sedangkan kakek dari ayahku telah meninggal dunia sewaktu aku lahir. 40 hari umur kelahiranku, kakekku kecelakaan di Jl. Mentok sehingga nyawanya tak tertolong.
Selesai menghabiskan album kedua, ku buka album ulang tahunku dan ulang tahun kakak perempuanku. Lucu juga. Kami berdua sengaja merayakan ulang tahun. Sedangkan sejak kecil tidak pernah.
Sayangnya, foto masa kecil kami tidak terabadikan dalam bingkai kenangan. Keterbatasan waktu membuat ibu dan ayah tak sempat mengkoleksi foto kami. Hanya ada 1 foto 5 bersaudara tanpa abang dan foto kami berenam lengkap.
Album kenangan, menyisakan kenangan manis semasa dulu
Terhenyak aku, memandang ayahku ketika masih perjaka. Belum menikah dengan ibu. Ayahku berpostur tubuh tinggi tegap. Senyumnya banyak yang dikulum. Gaya modis di tahun 70-an. Memakai topi bulat berpose di Candi Borobudur. Candi idamanku selama ini. Candi yang terletak di Magelang, Yogyakarta itu entah kapan akan terinjak oleh kaki ku.
Ku perhatikan seksama, ayahku sepertinya pemuda yang pemalu. Terbukti dari foto ayah yang senyumnya tidak mekar banget.
Puas memperhatikan foto ayahku. Aku kembali membuka album kedua. Album ketika di Desa Bakik. Menurut orang Bangka, di Bakik terdapat kuburan keramat. Yang bisa mengabulkan permintaan. Padahal itu merupakan perbuatan syirik.
Satu persatu ku perhatikan foto ketika aku masih SMP. Hitam dan jelek sekali diriku waktu itu. Maklum, saat itu aku suka ikut kegiatan pramuka. Aku tidak suka merawat tubuh seperti perempuan sebaya ku.
Ku pandangi wajah ibuku. Ibuku tersenyum dipeluk kakak perempuanku. Ibuku memang wanita yang murah senyum. Ibuku wanita ceria yang sifatnya diturunkan kepada adik perempuanku. Setiap mengabadikan moment, adikku itu selalu tersenyum.
Aku melanjutkan pandangan ke wajah nenek dari ibuku dan dari ayahku. Tersenyum pula kedua orang tua ini. Nenek dari ibuku dipeluk tanteku sedangkan nenek dari ayah aku sendiri yang memeluk.
Kakekku tak mau ikut berfoto. Sedangkan kakek dari ayahku telah meninggal dunia sewaktu aku lahir. 40 hari umur kelahiranku, kakekku kecelakaan di Jl. Mentok sehingga nyawanya tak tertolong.
Selesai menghabiskan album kedua, ku buka album ulang tahunku dan ulang tahun kakak perempuanku. Lucu juga. Kami berdua sengaja merayakan ulang tahun. Sedangkan sejak kecil tidak pernah.
Sayangnya, foto masa kecil kami tidak terabadikan dalam bingkai kenangan. Keterbatasan waktu membuat ibu dan ayah tak sempat mengkoleksi foto kami. Hanya ada 1 foto 5 bersaudara tanpa abang dan foto kami berenam lengkap.
Album kenangan, menyisakan kenangan manis semasa dulu
Mengingatmu
terasa sesak dadaku
hingga sulit ku bernafas
kala ku selalu teringat akan bayangnya
kala itu pula
buliran air bening kristal airmataku
seakan berlomba untuk keluar
untuk bisa menenangkan hatiku
sungguh
aku telah berusaha melupakannya
tapi
semakin ku ingin melupakan
semakin ku merindukan sosok dirinya
ketenangan yang ia berikan padaku
membuat ku selalu tak bisa tidur lelap di setiap malamku
kapan rasa ini bisa berakhir
kapan ku bisa melupakan semua kenangan tentangnya
ku berharap dalam doaku
agar ku bisa melupakanny
By: Susilawati Wulandari
hingga sulit ku bernafas
kala ku selalu teringat akan bayangnya
kala itu pula
buliran air bening kristal airmataku
seakan berlomba untuk keluar
untuk bisa menenangkan hatiku
sungguh
aku telah berusaha melupakannya
tapi
semakin ku ingin melupakan
semakin ku merindukan sosok dirinya
ketenangan yang ia berikan padaku
membuat ku selalu tak bisa tidur lelap di setiap malamku
kapan rasa ini bisa berakhir
kapan ku bisa melupakan semua kenangan tentangnya
ku berharap dalam doaku
agar ku bisa melupakanny
By: Susilawati Wulandari
Guruku
sendiri ku duduk di bangku madrasahku ini
memperhatikan lukisan kehidupan di sekitarku
bangku dan meja menjadi saksi bisu
akan kenakalan masa remajaku
tertoleh kepalaku sesaat
karena irama ketukan itu
senyum tersungging di bibir mulianya
yang senantiasa menyampaikan ilmu berguna
dialah pahlawan tanpa tanda jasa
tiada hari tanpa bersua dengannya
tiada hari tanpa ilmu dan pengalamannya
tanpa mengharap apa-apa
dia berikan kami sejuta ekal
untuk melukis dunia agar menjadi seindah surga
oh guruku, sungguh besar pengabdianmu
pada kami anak didikmu
balasan apa yang akan kami bering
sebagai bukti penghargaan kami
tak kan mampu kami menggantikan
pengabdian yang kau berikan
hanya untaian doa
semoga engkau selalu dijaga
memperhatikan lukisan kehidupan di sekitarku
bangku dan meja menjadi saksi bisu
akan kenakalan masa remajaku
tertoleh kepalaku sesaat
karena irama ketukan itu
senyum tersungging di bibir mulianya
yang senantiasa menyampaikan ilmu berguna
dialah pahlawan tanpa tanda jasa
tiada hari tanpa bersua dengannya
tiada hari tanpa ilmu dan pengalamannya
tanpa mengharap apa-apa
dia berikan kami sejuta ekal
untuk melukis dunia agar menjadi seindah surga
oh guruku, sungguh besar pengabdianmu
pada kami anak didikmu
balasan apa yang akan kami bering
sebagai bukti penghargaan kami
tak kan mampu kami menggantikan
pengabdian yang kau berikan
hanya untaian doa
semoga engkau selalu dijaga
Persahabatan
saat ku menyadari
bintang tak mungkin selalu menerangi malam
karena tertutup kabut
mentari tak selalu menyinari
karena terhalang mendung
saat itu pula
aku menyadari bahwa
kedua fenomena alam itu akan hilang
namun
aku tak putus harapan
karena aku selalu berharap
sahabatku selalu menerangi duniaku
baik siang maupun malam
semoga persahabatan kita abadi selamanya
bintang tak mungkin selalu menerangi malam
karena tertutup kabut
mentari tak selalu menyinari
karena terhalang mendung
saat itu pula
aku menyadari bahwa
kedua fenomena alam itu akan hilang
namun
aku tak putus harapan
karena aku selalu berharap
sahabatku selalu menerangi duniaku
baik siang maupun malam
semoga persahabatan kita abadi selamanya
Galau
rasa yang masih tersimpan rapi ini
masih menantikanmu
untuk mengisinya
rasanya hati ini
sudah lelah berharap
menantikanmu
entah sampai kapan
jiwa yang masih beku ini tercairkan
disini,,
aku masih menunggumu
calon imamku
By: Susilawati Wulandari
masih menantikanmu
untuk mengisinya
rasanya hati ini
sudah lelah berharap
menantikanmu
entah sampai kapan
jiwa yang masih beku ini tercairkan
disini,,
aku masih menunggumu
calon imamku
By: Susilawati Wulandari
Label:
PUISI
Lokasi:
Pangkal Pinang, Indonesia
Lempah Kuning Bangka Asli
Bangka identik dengan lempah kuning. Bertandang ke Bangka, janganlah lupa untuk menikmati masakan yang satu ini. Lempah kuning bisa disantap bersama nasi putih hangat. Lempah kuning pedas sangat enak di lidah mereka yang suka pedas.
Lempah kuning bisa dimasak siapa saja.
Disini saya akan membagikan resep Lempah Kuning
Bahan:
- Ikan secukupnya
Bumbu:
- Kunyit
- Bawang merah
- Bawang putih
- Asam Jawa, boleh juga menggunakan cuka dan jeruk sambel
- Kemiri
- Garam
- Sasa
- Gula sedikit saja
Cara Membuat:
1. Bersihkan ikan, buang sisik nya. Cuci bersih.
2. Giling bumbu tadi satu persatu, kecuali garam, sasa, gula dan asam jawa.
3. Masukkan air ke dalam panci, masukkan bumbu-bumbu yang digiling atau ditumbuk, masukkan asam, remas asam, didihkan air. Kemudian masukkan ikan.
4. Tunggu hingga bumbu meresap.
5. Tambahkan garam, sasa dan gula.
6. Setelah masak, angkat dan hidangkan di mangkuk.
7. Selamat menikmati bersama nasi putih hangat.
Lempah kuning bisa dimasak siapa saja.
Disini saya akan membagikan resep Lempah Kuning
Bahan:
- Ikan secukupnya
Bumbu:
- Kunyit
- Bawang merah
- Bawang putih
- Asam Jawa, boleh juga menggunakan cuka dan jeruk sambel
- Kemiri
- Garam
- Sasa
- Gula sedikit saja
Cara Membuat:
1. Bersihkan ikan, buang sisik nya. Cuci bersih.
2. Giling bumbu tadi satu persatu, kecuali garam, sasa, gula dan asam jawa.
3. Masukkan air ke dalam panci, masukkan bumbu-bumbu yang digiling atau ditumbuk, masukkan asam, remas asam, didihkan air. Kemudian masukkan ikan.
4. Tunggu hingga bumbu meresap.
5. Tambahkan garam, sasa dan gula.
6. Setelah masak, angkat dan hidangkan di mangkuk.
7. Selamat menikmati bersama nasi putih hangat.
Kamis, 07 Februari 2013
LAPORAN FARMASETIKA DASAR
Klasifikasi Bahan Kimia Berdasarkan
Sifat Dasar Bahaya

D
I
S
U
S
U
N
OLEH
Nama :
Elva Naviyana
Prodi :
Farmasi
POLTEKKES KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
PANGKALPINANG
2012 / 2013
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya
kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar.
Penulisan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen
pengampu mata kuliah Farmasetika Dasar.
Makalah ini
ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari
media informasi, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata
kuliah Farmasetika Dasar atas bimbingan
dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang
telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Penulis
berharap, dengan membaca laporan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.
Laporan ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Pangkalpinang, 31 Oktober 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Judul………………………………………………………………. i
Kata
Pengantar……………………………………………………………… ii
Daftar Isi……………………………………………………………………. iii
BAB I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang .............…………………………………………….. 1
B.
Tujuan Penulisan……………………………………………………. 1
C.
Manfaat Penulisan…………………………………………………... 1
BAB II.
PEMBAHASAN
A. Flammables........................................................................................... 2
B. Corrosive............................................................................................... 2
C. Irritans................................................................................................... 2
D. Toxic..................................................................................................... 3
E. Carcinogen............................................................................................ 4
F. Oxidizers............................................................................................... 4
G. Explosives............................................................................................. 5
H. Reaktif terhadap air............................................................................... 6
I. Radioaktif............................................................................................. 6
BAB III. PENUTUP
Saran………………………………………………………………….. 7
Daftar
Pustaka………………………………………………………………… 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan
berbahaya menurut Peraturan
tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances).
Peraturan tentang Bahan Berbahaya
(Ordinance on Hazardeous Substances)
adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan
terutama terdiri dari bidang keselamatan kerja. Arah
Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances)
untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area
dan aplikasi, dan tentu saja , juga
untuk lingkungan, perlindungan konsumer
dan kesehatan manusia.
B. Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan laporan
ini adalah untuk mengetahui
1. Klasifikasi bahan kimia berdasarkan sifat dasar bahaya
2. Simbol – simbol bahaya dari bahan kimia
C. Manfaat Penulisan
Penulisan
laporan ini diharapkan dapat bermanfaat
untuk ilmu pengetahuan serta sabagai bahan resensi.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Flammable (mudah terbakar)
Huruf
kode: tidak ada
Tidak ada simbol bahaya diperlukan untuk melabeli bahan
dan formulasi dengan notasi bahaya ‘flammable’. Bahan
dan formulasi likuid yang memiliki titik nyala antara +21oC dan +55oC
dikategorikan sebagai bahan mudah terbakar (flammable).
Frase-R untuk bahan mudah terbakar : R10.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya minyak
terpentin, CO, Toluen.
2.
Corrosive
(korosif)

Huruf kode: C
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘corrosive’ adalah
merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji
atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti
asam (pH <2) dan basa (pH>11,5), ditandai sebagai bahan korosif.
Frase-R untuk
bahan korosif : R34 dan R35.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya asam mineral
seperti HCl dan H2SO4 maupun basa seperti larutan NaOH
(>2%).
3.
Irritant
(menyebabkan iritasi)

Huruf kode : Xi
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ adalah tidak
korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau
selaput lendir.
Frase-R untuk
bahan irritant : R36, R37, R38 dan R41
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya
isopropilamina, kalsium klorida dan asam dan basa encer.
D. Toxic (beracun)

Huruf kode: T
Bahan
dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘toxic’ dapat menyebabkan
kerusakan kesehatan akut atau kronis dan
bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui
inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
Bahan dikategorikan beracun jika memenuhi kriteria
berikut:
LD50 oral (tikus) 25 – 200
mg/kg berat badan
LD50 dermal (tikus atau kelinci) 50 – 400 mg/kg
berat badan
LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu 0,25 – 1 mg/L
LC50
pulmonary (tikus) untuk gas/uap 0,50 – 2 mg/L
Frase-R untuk
bahan beracun : R23, R24 dan R25
Bahan dan formulasi yang memiliki sifat
Karsinogenik (Frase-R :R45 dan R40)
Mutagenik (Frase-R :R47)
Toksik untuk
reproduksi (Frase-R :R46 dan R40) atau
Sifat-sifat merusak secara kronis yang lain (Frase-R :R48)
ditandai dengan simbol bahaya ‘toxic substances’ dan kode
huruf T.
Bahan karsinogenik dapat menyebabkan kanker atau
meningkatkan timbulnya kanker jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui
mulut dan kontak dengan kulit.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya solven-solven
seperti metanol (toksik) dan benzene (toksik, karsinogenik).
E. Oxidizing (pengoksidasi)

Huruf kode: O
Bahan-bahan
dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „oxidizing“ biasanya tidak
mudah terbakar. Tetapi bila kontak
dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat
meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka
adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat
dan peroksida – peroksida organik.
Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9
Contoh
bahan tersebut adalah kalium klorat dan kalium permanganat juga asam nitrat
pekat, perklorat,
peroksida orgarilk
F.
Explosive
(bersifat mudah meledak)

Huruf kode: E
Bahan
dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak
dengan pukulan / benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan
akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi
dilepaskan dengan propagasi gelombang
udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan
metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances.
Di
laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau
bahan pereduksi dapat meledak. Sebagai contoh, asam nitrat dapat menimbulkan
ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter,
etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan
bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan dan pengalaman praktis maupun
keselamatan khusus. Apabila bekerja
dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil / sedikit mungkin
baik untuk penanganan maupun persediaan / cadangan.
Frase-R
untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3
Sebagai
contoh untuk bahan yang dijelaskan di atas adalah 2,4,6-trinitro toluena (TNT)
G. Explosive (bersifat mudah meledak)

Huruf kode: E
Bahan dan formulasi
yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak dengan
pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan
dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak
sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan
dalam Law for Explosive Substances
Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat
dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak . Sebagai
contoh, asam nitrat dapat menimbulkan
ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter,
etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan bahan mudah meledak memerlukan
pengetahuan dan pengalaman praktis
maupun keselamatan khusus. Apabila
bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil/sedikit
mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan/cadangan.
Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3
Sebagai contoh untuk bahan yang dijelaskan di atas adalah
2,4,6-trinitro toluena (TNT)
H. Reaktif terhadap air
Reaktif
terhadap air adalah zat yang sangat bereaksi terhadap air, menghasilkan api,
gas atau ledakan.
Bahan Reaktif terhadap air. Contohnya: Natrium,
Hidrida, Karbit, Nitrida.
I.
Radioaktif

Zat radioaktif pencemar lingkungan
yang biasa ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang dan 131J.
Definisi pencemaran radioaktif
adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat
terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya
dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan
gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu
partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya.
Apabila ada makhluk hidup yang
terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen
karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak
sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
BAB III
KESIMPULAN
Saran
Laporan ini diharapkan dapat berguna
sebagai pembelajaran tentang klasifikasi bahan kimia. Saran yang baik sangat
penulis harapkan demi pembuatan laporan yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Komentar (Atom)