Mutiara Hadits Imam Ja‘far as

“Tiga manusia adalah sumber kebaikan:
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara),
manusia yang tidak melakukan ancaman,
dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

Kamis, 07 Februari 2013





LAPORAN FARMASETIKA DASAR
Klasifikasi Bahan Kimia Berdasarkan Sifat Dasar Bahaya

http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/277184_264325376914641_2081177_n.jpg

D
I
S
U
S
U
N
 OLEH

Nama          : Elva Naviyana
Prodi           : Farmasi

POLTEKKES KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
PANGKALPINANG
2012 / 2013



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar. Penulisan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Farmasetika Dasar.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari media informasi, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah  Farmasetika Dasar atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Penulis berharap, dengan membaca laporan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Laporan ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Pangkalpinang, 31 Oktober 2012

Penulis







DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………….           i
Kata Pengantar………………………………………………………………           ii
Daftar Isi…………………………………………………………………….            iii
BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .............……………………………………………..            1
B.     Tujuan Penulisan…………………………………………………….            1
C.     Manfaat Penulisan…………………………………………………...           1
BAB II. PEMBAHASAN
A.    Flammables...........................................................................................           2
B.     Corrosive...............................................................................................           2
C.     Irritans...................................................................................................           2
D.    Toxic.....................................................................................................           3
E.     Carcinogen............................................................................................           4
F.      Oxidizers...............................................................................................           4
G.    Explosives.............................................................................................           5
H.    Reaktif terhadap air...............................................................................          6
I.       Radioaktif.............................................................................................           6
BAB III. PENUTUP
Saran…………………………………………………………………..         7
Daftar Pustaka…………………………………………………………………        8






BAB I
                                                           PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Simbol  bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya  menurut  Peraturan  tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances).
Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances)  adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya  dan  terutama    terdiri dari  bidang keselamatan  kerja. Arah  Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan   kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja ,  juga untuk lingkungan,  perlindungan konsumer dan kesehatan manusia.

B.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui
1.      Klasifikasi bahan kimia berdasarkan sifat dasar bahaya
2.      Simbol – simbol bahaya dari bahan kimia

C.    Manfaat Penulisan
Penulisan laporan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk ilmu pengetahuan serta sabagai bahan resensi.







BAB II
PEMBAHASAN
1.    Flammable (mudah terbakar)
Huruf kode: tidak ada
Tidak ada simbol bahaya diperlukan untuk melabeli bahan dan formulasi dengan notasi bahaya ‘flammable’. Bahan dan formulasi likuid yang memiliki titik nyala antara +21oC dan +55oC dikategorikan sebagai bahan mudah terbakar (flammable).
Frase-R untuk bahan mudah terbakar : R10.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya minyak terpentin, CO, Toluen.
2.    Corrosive (korosif)
Huruf kode: C
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘corrosive’ adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2) dan basa (pH>11,5), ditandai sebagai bahan korosif.
Frase-R untuk bahan korosif : R34 dan R35.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya asam mineral seperti HCl dan H2SO4 maupun basa seperti larutan NaOH (>2%).
3.    Irritant (menyebabkan iritasi)
Huruf kode : Xi
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. 
Frase-R untuk bahan irritant : R36, R37, R38 dan R41
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya isopropilamina, kalsium klorida dan asam dan basa encer.
D.  Toxic (beracun)
Huruf kode: T
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘toxic’ dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau  kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
Bahan dikategorikan beracun jika memenuhi kriteria berikut:
   LD50 oral (tikus)                                                          25 – 200 mg/kg berat badan
   LD50 dermal (tikus atau kelinci)                                 50 – 400 mg/kg berat badan
   LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu               0,25 – 1 mg/L
   LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap                        0,50 – 2  mg/L
Frase-R untuk bahan beracun : R23, R24 dan R25
Bahan dan formulasi yang memiliki sifat
   Karsinogenik                                                               (Frase-R :R45 dan R40)
   Mutagenik                                                                   (Frase-R :R47)
   Toksik untuk reproduksi                                             (Frase-R :R46 dan R40) atau
   Sifat-sifat merusak secara kronis yang lain                 (Frase-R :R48)
ditandai dengan simbol bahaya ‘toxic substances’ dan kode huruf T.
Bahan karsinogenik dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan timbulnya kanker jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut dan kontak dengan kulit.
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya solven-solven seperti metanol (toksik) dan benzene (toksik, karsinogenik).
E.  Oxidizing (pengoksidasi)
Huruf kode: O
Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „oxidizing“ biasanya tidak mudah  terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida – peroksida organik.
Frase-R  untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9
Contoh bahan tersebut adalah kalium klorat dan kalium permanganat juga asam nitrat pekat, perklorat, peroksida orgarilk
F.   Explosive (bersifat mudah meledak)
Huruf kode: E
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak dengan pukulan / benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala  lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh  suatu  reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang  udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances.
Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak. Sebagai contoh, asam nitrat dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan  bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan dan pengalaman praktis maupun keselamatan khusus.  Apabila bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil / sedikit mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan / cadangan.
Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3
Sebagai contoh untuk bahan yang dijelaskan di atas adalah 2,4,6-trinitro toluena (TNT)
G.  Explosive (bersifat mudah meledak)
 
   Huruf kode: E
Bahan dan formulasi  yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain  bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan  propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances
Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak . Sebagai contoh, asam nitrat  dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan  dan pengalaman praktis maupun  keselamatan khusus. Apabila bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil/sedikit mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan/cadangan.
Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3
Sebagai contoh untuk bahan yang dijelaskan di atas adalah 2,4,6-trinitro toluena (TNT)
H.  Reaktif terhadap air
Reaktif terhadap air adalah zat yang sangat bereaksi terhadap air, menghasilkan api, gas atau ledakan.
Bahan  Reaktif terhadap air. Contohnya: Natrium, Hidrida, Karbit, Nitrida.
I.     Radioaktif
Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang dan 131J.
Definisi pencemaran radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.






BAB III
KESIMPULAN
Saran
Laporan ini diharapkan dapat berguna sebagai pembelajaran tentang klasifikasi bahan kimia. Saran yang baik sangat penulis harapkan demi pembuatan laporan yang lebih baik.


















DAFTAR PUSTAKA




 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar