Mutiara Hadits Imam Ja‘far as

“Tiga manusia adalah sumber kebaikan:
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara),
manusia yang tidak melakukan ancaman,
dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

Senin, 24 September 2012

Tetap Semangat

Apapun yang terjadi saat ini
Apapun yang terdengar saat ini
Apapun yang terutarakan....
Ini semua bukanlah hal yang memerlukan pemikiran panjang
Karena kaki ini baru melangkah
Tak akan ada kesuksesan tanpa usaha yang maksimal
Tak akan ada kebahagian tanpa kesedihan yang ada
Sebagai pejuang sejati
Siaplah untuk mendengar anggapan negatif
Anggaplah itu semua sebagai pelatih mental

Keep Spirit !!! ^_^
Yakin pasti semua bisa terlewati,
26 September 2012
Elva Naviyana

Senin, 16 April 2012

Pelajaran Dari Seorang Tukang Bangunan

Tanganku mulai bergerak menekan tombol keyboard ini ketika ku saksikan betapa tekunnya Bapak itu bekerja. Beliau tak hentinya mengeluarkan keringatnya dan tak berhenti mengadu-aduk semen bercampur pasir. Aku yang duduk di depan komputer ini menyaksikan aktivitasnya. Sembari mengeluarkan unek-unek di kepala untuk dituangkan menjadi sebuah karya.

Matahari bersinar, menyinari dunia. Membuka cakrawala, membangunkan setiap mata yang terlelap dari tidurnya. Matahari menyadarkan manusia, bahwa aktivitas keseharian akan segera dimulai. Aku yang sehari-hari bekerja sebagai operator di sebuah warnet di kampung keramat. Segera meninggalkan tempat peristirahatanku sementara untuk bekerja hari ini. Kurang lebih sejak dua minggu yang lalu, aku ditemani oleh seorang tukang bangunan, yang membangun toko baru di samping warnet ini.

Beliau adalah seorang bapak-bapak yang umurnya kurang bisa ku pastikan berapa. Bekerja di tengah terik mentari yang sangat panas. Mengayun pasir dan semen untuk membuat adonan sehingga menghasilkan tembok yang kokoh. Sehari, dua hari aku terus memperhatikannya. Tak sekalipun ku dengar keluhannya tentang pekerjaan nya. Yang bisa ku tangkap darinya hanyalah senyuman khas dan suaranya yang menyapaku. Ataupun menjawab sapaanku. 

Dalam pikiran kanak-kanakku, bekerja ditengah terik mentari sangatlah berat. Bahkan akan menghasilkan tetesan keringat. Dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal, beliau tetap bekerja. Demi menghidupi keluarganya. 

Dari semua penglihatan ini, aku semakin diberi pengertian, aku diberi pelajaran. Betapa berharganya nilai uang. Betapa sulitnya mencari yang namanya rupiah. Di era sekarang yang serba mahal, serba naik, maka kebutuhan hiduppun semakin mencekik. 

Aku ikut terhanyut dalam ingatan masa lampau,masa dimana ayah masih ada, masa dimana mak masih bekerja. Dengan mudahnya aku melontarkan sebuah kata,"Mak, minta duit."
Tidak tahu dari mana mak dan ayah mendapatkannya tetapi aku akan memintanya.
Mengingat itu semua membuatku semakin terpukul saja. Mengapa tak sedari dulu ku sadari bahwa mencari uang itu bukanlah hal yang mudah. 
Maka sejak setahun yang lalu, sejak aku terjun ke dunia pekerjaan. Aku menjadi sadar. betapa sulitnya mencari uang, harus mengerahkan tenaga dan pikiran. Maka uang akan mengalir.

Hari ini, ku mendapat pelajaran baru. Ku mendapat pelajaran bahwa dengan keterbatasan yang kita miliki, janganlah pernah kita abaikan,, janganlah kita merasa minder ataupun malu. Mungkin, tukang bangunan pekerjaannya tidaklah mudah. Tidaklah santai, dan tidaklah nyaman. Karena berhadapan dengan hujan dan panas.
Aku paham, bahwa setiap pekerjaan pasti memiliki risiko. Tapi pekerjaan pun memiliki kemudahan. Misalkan, Para Guru yang menggunakan ilmunya untuk bekerja. Para Dokter yang juga menggunakan ilmu dan keterampilannya. Tapi bagi seorang tukang bangunan, tentu memiliki modal double ilmu dan tenaga. Dan lebih fokus pada tenaga. 

Maka dari itu aku sangat bersyukur kepada ALLAH SWT, yang telah menganugerahkan ilmu ini kepadaku sehingga aku bisa sedikit dimudahkan dalam mendapat pekerjaan dan bekerja


Warnet Goldnet, 16 April 2012 Elva Naviyana

Minggu, 15 April 2012

Nama Pemberian Orangtua

Oleh  Elva Naviyana
apalah arti sebuah nama... seperti itulah sekiranya saya pernah membaca sebuah tulisan dan pernah mendengar sebuah ucapan.

Ada sedikit manusia dari sekian banyak manusia yang tidak pernah memikirkan betapa pentingnya sebuah nama. betapa bermaknanya nama pemberian orangtua. Mengapa saya katakan sedikit karena tidak semua manusia yang melakukannya.

Sebagai contoh singkatnya saja: Facebook, nama pengguna facebook (facebookers) kebanyakan merupakan BUKAN NAMA ASLI, bukan nama pemberian orangtua mereka. mereka lebih menyukai nama-nama keren, dikasih embel-embel yang terkadang membuat kita kesulitan membacanya, huruf besar digabung dengan huruf kecil, nama pacarnya yang menghiasi nama belakangnya, nama imut, cute, cantik, keren dan banyak nama lainnya...

Pernahkah kita berpikir bahwa orangtua kita telah melakukan sebuah perjuangan yang luar biasa ketika kita pertama kali membuka mata untuk melihat dunia ini. Ibu, yang telah mempertaruhkan nyawa, menghabiskan tenaga, nafas dan segala yang ibu miliki, hanya untuk mengeluarkan kita dari rahimnya untuk melihat betapa indanya dunia ini. Ayah yang ketakutan memikirkan nasib istri dan anaknya yang sedang berjuang untuk hidup. Ayah yang berusaha semaksimal mungkin untuk mencari nama yang paling indah sedunia. Yang kemudian dianugerahkan kepada kita, anaknya.

Sedangkan kita, sebagai anaknya. Setelah semua anugerah itu kita dapat kan, dengan mudahnya kita tidak mengindahkannya. Tidak mengabadikannya dalam perjalanan hidup kita. Tidak meneriakkan kepada mereka, kepada dunia, bahwa namaku, nama pemberian orangtuaku adalah nama terindah di dunia ini.

Harusnya kita menyadari bahwa nama pemberian orangtua adalah nama paling indah. Nama yang akan menemani kita hingga akhir hayat kita. Nama yang selalu dituliskan ketika kita mendapatkan penghargaan atas prestasi yang kita dapatkan di sekolah atau dimana pun. Nama yang akan menghiasi lembaran ijazah kita setelah menamatkan pendidikan. Nama yang selalu mereka hapal ketika bergaul dengan kita. Nama yang selalu kita ucapkan ketika pertama kali kenalan dengan siapapun....

Maka dari itu semua, janganlah pernah memakai nama orang lain. Janganlah pernah menganaktirikan nama pemberian orangtua. Berikan tempat tertinggi untuk nama kita....
Katakan, bahwa namaku adalah nama teristimewa di seluruh dunia. Namaku adalah doa dalam setiap langkah kehidupanku.

ELVA NAVIYANA, nama terindah dan teristimewa yang ayah dan ibu anugerahkan untukku.


Sabtu, 14 April 2012

Emak

Bahagiaku, bahagiamu
deritaku, deritamu
sakitku, sakitmu

Begitulah sepenggal kata yang terucap dari bibir tua
kata-kata singkat namun bermakna
kata-kata singkat namun memberi sejuta kejutan semangat untuk lebih mendetakkan jantung ini
lebih memberikan aliran segar pada denyut nadi ini
menghilangkan dahaga haus ini
menyejukkan hati dan pikiran penuh kesakitan ini

Kata-kata bersumber dari nya, dari emak yang tak kenal lelah
tak kenal kata menyerah, meneteskan keringat basahi tubuh yang semakin lemah
tak kenal kata berhenti, agar lapar terus terisi
tak kenal kata hujan, panas demi bahagiakan anak

Emak, sejak ditinggal ayah, menjadi tulang punggung penopang lelah
menjadi tiang penyanggah, menjadi naungan berkeluh kesah
Tak kan rela ku membuat emak menguraikan airmata karena salah tingkah
Tak kan rela ku biarkan keringat mu menjadi sampah
Akan ku buktikan ku mampu tepati janji ayah
Akan ku ungkapkan pada dunia, pada mereka bahwa anak emak dan ayah tak pernah lemah

Aku sayang Emak dan Ayah

14 April 2012, Gold.Net, Elva Na Viyathonita

Kamis, 12 April 2012

Perjalanan Mengenal Tulisan

Menulis,,
bukan kebiasaan yang aku lakukan sejak kecil
bukan keseharian yang menemani masa belia-ku
Aku lebih keseringan membaca, mulai dari buku catatan belajarku hingga koran bekas yang ku temukan di jalanan....
Aku lebih senang membaca dan berangan ketimbang menuangkan nya dalam tulisan
namun,,,
seiring berjalannya masa, ketika ku menginjak bangku madrasahku
ku temukan pengalaman berharga, pelajaran bermakna
ku bertemu dengan kata menulis dan tulisan
ku di didik tuk menciptakan sebuah karya berharga
yang akan selalu dikenang sepanjang masa
Terimakasih teruntuk guruku, pendampingku, Ibu Suparidah S.Pd yang telah memberikan jalan bagi ku untuk lebih mengenal dunia kepenulisan
Walau karya yang ku lahirkan hanya sempat termuat di koran
walau hanya termuat di majalah sekolah
aku sangat bahagia, karena itu berarti
tulisanku luar biasa di mata mereka, karya ku berharga, karena mereka telah membacanya
Sejak saat itu, aku suka menulis dan berkarya

Rabu, 11 April 2012

Aku dan Gelisahku



Ku simpan serpihan hati yang tak pernah menyatu dengan hatiku
Menjadikannya sebagai hiasan yang tak sanggup disentuh
Ku berpikir, mengapa hati tak jua mampu lupakannya
Namun logikaku menjawab dia bukanlah jawaban atas gundahmu selama ini
Hatiku ikut berbicara,,, belum saatnya,,, masih banyak kesempatan
Aku yang tidak mampu menunggu
Aku yang terlalu banyak harapan
Menangis dalam kesendirian
Menutup muka agar tak nampak raut kesedihan
Menggigit ujung jariku agar kesakitan hingga airmata berhenti mengalir
Penyiksaan yang teramat dalam
Aku belum puas atas jawabanmu
Penantian yang berujung pada perpisahan
Pisah hidup, tak sama dengan pisah mati
Sakit itu ada, namun kan ku simpan sebagai obat yang akan selalu menguatkanku
Sihir keputusan itu membuatku tak bisa berkata apa-apa
Aku tak berdaya. . .
Teruntukmu yang mengajarkan diriku setegar karang
Teruntukmu yang mengajarkan ku betapa sulitnya menjaga sebuah ikatan
Maafkanlah atas kata-kata

Ayukku Penyemangatku

oleh Elva Na Viyathonita pada 12 Oktober 2011 jam 22:44

 
Sejuta pesan hidup yang kau siratkan kepadaku
bermakna dalam setiap langkah terpijak
mengeluh bukanlah kebiasaanmu
pantang menyerah jauh dari usahamu
Engkau selalu yakin akan usaha yang kau lakukan
asa tak pernah bergelantung dibenakmu
kata-kata mereka kau acuhkan demi masa depan cemerlangmu
kecuekan adalah senjata utama penahan kelemahanmu
Aku bangga padamu . . .
pelajaran yang kau berikan tak dapat ku curi dari siapapun
cerita hidup yang mengajarkan aku sebagai adikmu
entah kapan aku bisa mengatakannya
Aku sayang dia, aku bangga kepadanya
Ilahi Rabb, , , berikan kekuatan kepada ayukku untuk menjalani hari-hari bersama suaminya
Karuniakan dia buah hati secepatnya
Aamiin Ya Rabb

ketika kekecewaan datang
maka maaf tak akan mudah terucap begitu saja
ketika airmata mengalir, tangan pun tak mampu menghapusnya
airmata akan mengalir begitu saja seiring luka hati yang menyayat
saat itulah harapan pada sebuah hubungan menjadi teriris.......
ikatan yang selama ini dirajut seketika menjadi terurai hanya karena keadaan
sulaman yang begitu indah, menjadi hancur tanpa perjuangan untuk menyulam lagi dan menjadikannya indah lagi

maaf, tak semudah memaafkan

tak semudah membalikkan telapak tangan
tak semudah menuang minuman kedalam gelas tak berisi
tak semudah menarik nafas yang dianugerahkan

manusia, terkadang memang tak pernah luput dari kesalahan
namun, kesempatan yang akan mengajarkannya untuk lebih waspada menghadapi kekecewaan


by : Elva Na Viyathonita
puisi ini saya dedikasikan untuk sahabat terhebat yang pernah saya kenal Lasyifa Susila Arsyad  

Senin, 12 Maret 2012

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) 

 

 

 

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

  • Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue

  • Masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :

    1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
    2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
    3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
    4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
    5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
    6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
    7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
    8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
    9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
    10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

  • Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue

  • Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

  • Pengobatan Penyakit Demam Berdarah

  • Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).

    Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
    - Paracetamol membantu menurunkan demam
    - Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
    - Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

    Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

  • Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

  • Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

    1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
    2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
    3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
    4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.