MAKALAH
SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
IZMI ANDINI
PRODI PGSD
STKIP MUHAMMADIYAH
2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pendidikan dan Organisasi” ini dengan lancar.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pendidikan dan Organisasi, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan pendidikan dan organisasi
Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Pendidikan dan Organisasi, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul………………………………………………………………………… i
Kata Pengantar……………………………………………………………………….... ii
Daftar Isi………………………………………………………………………………. iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………… 1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………………... 1
BAB II. PEMBAHASAN
A. Definisi Pendidikan………………………………………………………….... 2
B. Jenis Pendidikan………………………………………………………………. 3
C. Pengertian Organisasi………………………………………………………….. 4
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………………. 8
B. Kritik dan Saran……………………………………………………………….. 8
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………. iv
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu proses untuk membawa perubahan dalam prilaku manusia. Pendidikan itu juga dapat digambarkan sebagai suatu proses memberikan atau menyampaikan atau memperoleh pengetahuan dan kebiasaan melaui istruksi atau belajar. Ketika pelajaran sedang melakah maju pada tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan filosofi yang telah digambarkan untuk dipahami oleh siswa itulah yang disebut “Pendidikan”.
Jika pendidikan ingin berjalan dengan efektif perlu diadakan perubahan pada semuakomponen prilaku. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya." Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan ?
2. Sebutkan jenis – jenis pendidikan !
3. Apa yang dimaksud dengan organisasi ?
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Pendidikan
1. Ki Hajar Dewantara
Pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
2. Rosseau
Mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anak- anak, tapi dibutuhkan pada masa dewasa.
3. Darmaningtyas
Pendidikan adalah usaha dasar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang ledih baik.
4. Paulo Freire
Pendidikan merupakan jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah masa di mana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka, yang melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan.
5. Definisi Menurut Ilmu Psikologi
Dalan ilmu psikologi pendidikan dapat didefinisikan sebagai segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan dalam kehidupan bermasyarakat, dengan hasil mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi atau akibat dari partisipasi individu dalam kegiatan belajar.
Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
2
Dari beberapa pengertian pendidikan di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaan penafsiran antara para ahli pendidikan. Hal ini disebabkan karena ruang lingkup pendidikan yang begitu luas.
Terlepas dari berbagai macam definisi pendidikan yang diutarakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa pendidikan mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
1. Usaha
Pendidikan mengandung unsur usaha. Hal ini dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan yang telah direncanakan.
2. Tujuan
Pendidikan harus memiliki sebuah tujuan yang jelas. Hal ini diperlukan untuk terfokusnya sistem pendidikan yang berlangsung.
3. Lingkungan
Pendidikan harus memiliki suatu lingkungan tertentu. Tanpa adanya lingkungan tersebut, maka pendidikan yang berlangsung akan berjalan dengan tidak teratur.
4. Kesengajaan
Pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan sadar.
B. Jenis Pendidikan
Dengan perkembangan pada masyarakat, pendidikan telah mengambil banyak bentuk, seperti:
- Pendidikan anak-anak
- Pendidikan orang dewasa
- Pendidikan teknik
- Pendidikan kemanusiaan dan ilmu social
- Pendidikan seni dan keterampilan
3
- Pendidikan rohani
- Pendidikan jasmani dan beberapa yang lainnya.
Pendidikan dan Komunikasi untuk Pengembangan.
Pendidikan Formal
Pendidikan Formal pada dasarnya merupakan suatu kegiatan kelembagaan, seragam dan subjek berorientasi, penuh-waktu, konsekuen, terstruktur secara hirarki, mendapat sertifikat, derajat dan diploma.
Non- Formal
Pendidikan Non-formal atau tidak formal, yang berarti:
- Fleksibel
- Kehidupan, berorientasi pada lingkungan dan pelajar.
- Diversifikasi dalam isi dan metode.
- Tidak otoriter
- Membangun partisipasi pelajar.
- Memobilisasi sumber daya lokal.
- Memperkaya potensi maunsia dan lingkungan.
Pendidikan Perluasan
Ini istilah baru Pendidikan Perluasan menggabungkan kedua pendidikan orang dewasa dan pendidikan informal. Hal ini berkaitan dengan mendidik orang dewasa, yaitu, petani atau ibu rumah tangga, tidak dalam huruf dan huruf, tata bahasa atau bahasa, tetapi dalam teknik raisiflg tanaman yang lebih baik, lebih baik hewan, pohon-pohon buah yang lebih baik, mengelola rumah dengan cara yang lebih efisien, pemeliharaan ilmiah anak-anak, mengurus gizi keluarga, dll.
4
Bidang yang menjadi perhatian kami dapat didefinisikan sebagai berikut:
a) Perluasan pertanian – perluasan pengetahuan petani.
b) Kedokteran Hewan dan Perluasan Peternakan – memperluas pengetahuan tentang peternakan, mengelola, makan dan perawatan hewan, dan burung, dll;
c) Rekayasa Pertanian Penyuluhan-memperluas pengetahuan tentang mesin pertanian seperti traktor dan pompa, yang meratakan tanah, penggunaan air, konservasi tanah, dll
d) Perluasan rumah sains – memperluas pengetahuan teknis untuk istri pertanian, atau wanita-wanita di perkotaan dan pedesaan pada makanan, penitipan anak, dekorasi rumah, berkebun dapur
e) Perluasan Industri – memperluas pengetahuan tentang mengelola dan menjalankan industri.
Demikian pula dapat sanitasi dan penyuluhan kesehatan, atau daerah yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan teknis dan ilmiah untuk sistem klien atau penonton atau orang-orang yang harus dididik di sepanjang baris inovasi yang dikembangkan dalam disiplin teknologi masing-masing.
“Inti organisasi belajar adalah kemampuan organisasi untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi”
(Nancy Dixon, 1994)
(Nancy Dixon, 1994)
“Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” (Peter Senge, 1990)
5
”Organisasi belajar adalah organisasi yang mampu melaksanakan proses transformasi pengetahuan secara siklikal-berkelanjutan, dari pengetahuan pekerja sebagai hasil belajar mandiri menjadi pengetahuan organisasi sebagai hasil belajar organisasional, untuk menumbuh kembangkan modal organisasi”. (diana siregar, ITB)
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi Belajar adalah organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama (Peter Senge).
Definisi Organisasi Perusahaan (Kast & Rosenzweig) :
1. Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas.
2. Terdiri dari orang-orang yang berorientasi pada tujuan.
3. Suatu subsistem teknik, yaitu orang-orang yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan & fasilitas.
4. Suatu subsistem struktural, yaitu orang-orang yang bekerja bersama dalam berbagai kegiatan yang terpadu.
5. Suatu subsistem psikososial, yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan social
6. Suatu subsistem manajerial yang merencanakan & mengendalikan semua usaha.
6
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
- Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
- James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
- Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
- Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. [5].
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.[1] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [1]
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.[1] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.[1] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.[1]
7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Organisasi Belajar adalah organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama (Peter Senge).
B. Kritik dan Saran
Setelah pembahasan makalah ini, diharapkan pembaca dapat memahami materi ini, sehingga dapat mengetahui pengertian pendidikan dan organisasi. Dengan memahaminya membuat kita tidak buta akan pendidikan dan mengetahui bahwa pendidikan itu sangat penting. Kritik dan saran yang membangun selalu kami tunggu demi perbaikan makalah ini ke depannya.
8
DAFTAR PUSTAKA
hipni.blogspot.com/2011/09/definisi-pengertian-pendidikan.html
id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan
iv
Tidak ada komentar:
Posting Komentar