Mutiara Hadits Imam Ja‘far as

“Tiga manusia adalah sumber kebaikan:
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara),
manusia yang tidak melakukan ancaman,
dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

Minggu, 27 November 2011

KEAJAIBAN SHODAKOH

oleh Jundie Junaidi pada 13 November 2011 jam 20:44

بسم الله الرحمن الرحيم
Shodaqoh adalah memberikn sesuatu yang bukan hanya berupa harta kepada seseorang membutuhkn.
Pemberian itu dinamakn shodaqoh karena ada tampak kebenaran pada diri orang yang memberinya.
عن انس رضي الله عنه انه قال قال النبي صلى الله عليه وسلم من كان له مال فليتصدق بماله ومن كان له علم فليتصدق بعلمه ومن كان له قوة فليتصدق بقوته
Barangsiapa mempunyai harta maka hendaklah ia bershodaqoh dengan hartanya itu, barangsiapa yg mempunyai ilmu maka hendaklah ia bershodaqoh dg ilmunya itu dan barangsiapa yg mempunyai kekuatan maka hendaklah ia bershodaqoh dengan kekuatannya itu.
Pahala shodaqoh terbagi empat macam:
1. Satu dibalas sepuluh, yaitu bershodaqoh kpd orang2 fakir.
2. Satu dibalas tujuh puluh, yaitu bershodaqoh kpd mahrom.
3. Satu dibalas tujuh ratus, yaitu bershodaqoh kpd saudara.
4. Satu dibalas tujuh ribu, yaitu bershodaqoh kpd orang yang sedang menuntut ilmu agama/santri.
Sebagaimana dikuatkan oleh firmanNya dlm suroh Al Baqoroh ayat 261:
مثل الذين ينفقون أموالهم فى سبيل الله كمثل حبة أنبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم
Perumpamaan (nafkah yg dikelurkn oleh) orang2 yg menafkahkan hartanya dijalan Alloh adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkn tujuh bulir, pd tiap2 bulir ada seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa saja yg Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.
Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallah bersabda:
الصدقة تسد سبعين بابا من السوء
Shodaqoh itu dapat menutupi tujuh puluh pintu kejelekan.
Dan sabdanya:
من تصدق بعدل تمرة من كسب طيب ولايقبل الله إلاالطيب فإن الله يقبلها بيمينه ثم يريبها لصاحبها كمايربى أحدكم فلوه حتى تكون مثل الجبل
Barangsiapa bershodaqoh sebesar ukuran biji kurma dari usaha yg halal, sedangkan Alloh tidak menerima melainkan yg halal, maka sesungguhnya Alloh akan menerimanya dg tangan kananNya lalu Dia akan menyuburkannya untuk si pemberinya seperti menyuburkannya salah seorang diantara kamu pada tanaman kacangnya, hingga shodaqoh itu menjadi seperti sebesar gunung.
Maksud hadits diatas ialah bhw shodaqoh itu akan besar dan diberkahi dan atas karuniNya Dia akan menambahkn hingga shodaqoh tsb akan memberatkn timbangan amal kebaikan, sebagaimana firmanNya dlm suroh Al Baqoroh ayat 276:
ويربى الصدقات
Dan Dia menyuburkan shodaqoh.
Nabi Shollalloohu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مامن رجل يتصدق فى يوم وليلة إلاحفظ من أن يموت من لدغة او هدمة او موت بغتة
Tidaklah seseorang bershodaqoh dalam sehari semalam melainkan ia akan dijaga dari kematian akibat sengatan kala, tertimbun reruntuhan atau kematian secara tiba-tiba.
Dan sabdanya:
البخيل بعيد من الله بعيد من الجنة بعيد من الناس قريب من النار والسخي قريب من الله قريب من الجنة قريب من الناس بعيد من النار
Orang kikir itu jauh dari Alloh jauh dari surga jauh dari manusia dekat dari neraka dan orang dermawan itu dekat dari Alloh dekat dari surga dekat dari manusia jauh dari Neraka.
Dan sabdanya:
السخاء شجرة أصلها فى الجنة وأغصانها متدليات فى الدنيا فمن تعلق بغصن منها أدته إلى الجنة والبخل شجرة اصلها فى النار واغصانها متدليات فى الدنيا فمن تعلق بغصن منها أدته إلى النار
kedermawanan itu adalah sebatang pohon yg akar pancarnya berada disurga dan dahan2nya merambat kedunia, barangsiapa yg bergelantung pada salah satu dahan dari dahan-dahan itu maka dahan tersebut akan menariknnya kesurga. Dan kekikiran itu adalah sebatang pohon yg akar pancarnya berada dineraka dan dahan-dahannya merambat kedunia, barangsiapa yg bergelantung pada salah satu dahan dari dahan-dahan itu maka dahan tersebut akan menariknya keneraka.
Ada tujuh perkara yg dapat menyuburkn dan membesarkn shodaqoh, yaitu:
1. Bershodaqoh dg yg halal.
2. Bershodaqoh dari hasil jerih payah sendiri serta dlm keadaan tidak berkecukupan.
3. Bersegera melakukannya karena dikhawatirkn tidak ada kesempatan lagi.
4. Bershodaqoh dari harta yg paling dicintainya.
5. Memberikannya pd waktu sepi karena dikhawatirkn timbulnya riya.
6. Tidak menyebut-nyebut shodaqoh karena dikhawatirkn hancurnya pahala.
7. Tidak menyakiti orang yg diberi shodahoh karena dikhawatirkn timbulnya dosa.
Abu Laits Assamarqondi berkata: Bershodaqohlah dg sesuatu yg sedikit atau banyak, sebab didalamnya terdapat sepuluh perkara yg terpuji. Yg lima didunia dan yg lima lagi diakherat.
Adapun lima perkara terpuji yg didunia adalah:
1. Membersihkn harta, sebagaimana sabdanya:
ألا ان البيع يحضره اللغو والحلف والكذب فشوبوه بالصدقة
Ingatlah, sesungguhnya akan datang dalam jual beli itu penipuan, sumpah dan bohong, maka bersihknlah dg shodaqoh.
2. Membersihkn badan dari dosa, sebagaimana firmanNya dlm suroh At Taubah ayat 103:
خذ من اموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها
Ambillah shodaqoh dari sebagian harta mereka, dengan shodaqoh itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.
3. Dapat menolak bencana dan penyakit, sebagaimana sabdanya:
داووا مرضاكم بالصدقة
Obatilah orang yang sakit diantara kamu dengan shodaqoh.
4. Memberikan kebahagiaan kpd org2 miskin, dan amal yg paling utama adalah memberikn kebahagiaan kpd org2 mu'min.
5. Ada keberkahan harta dan kelapangan dlm rizqi, sebagaimana firmanNya dlm suroh Saba' ayat 39:
وماأنفقتم من شيئ فهو يخلفه
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Alloh akan menggantinya.
Dan adapun lima perkara terpuji yg ada diakherat adalah:
1. Shodaqoh akan menjadi penaung dari panas yang sangat.
2. Meringankan hisaban.
3. Memberatkan timbangan amal kebaikan.
4. Dapat melintas shiroth.
5. Bertambahnya kedudukan didalam surga.
Mungkin dalam hati ada satu pertanyaan: "Mengapa Alloh menjadikan pahala shodaqoh lebih utama daripada pahala amal-amal yg lain?"...
Jawabannya: "Karena memberikan harta merupakan amal yang paling berat dilakukan oleh diri kita dibandingkan dengan mengerjakan amal-amal yang lain. Dan setiap amal yang lebih banyak dicintainya, maka pahalanyapun lebih banyak", sebagaimana sabdanya:
أفضل الأعمال أحمزها
Amal yang paling utama adalah yang paling pedas.
Dan firmanNya dlm suroh Ali Imron ayat 92:
لن تنالوا البر حتى تنفقوا مماتحبون
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar