Sepi dirumah tanpa
aktivitas, iseng-iseng ku buka rak buku ku. Ku perhatikan dari sekian
banyak buku, terselip sebuah album usang berdebu. Ku ambil album itu. Ku
sapu bersih debu yang melekat. Mulai ku buka.
Terhenyak aku, memandang ayahku ketika masih perjaka. Belum menikah dengan ibu. Ayahku berpostur tubuh tinggi tegap. Senyumnya banyak yang dikulum. Gaya modis di tahun 70-an. Memakai topi bulat berpose di Candi Borobudur. Candi idamanku selama ini. Candi yang terletak di Magelang, Yogyakarta itu entah kapan akan terinjak oleh kaki ku.
Ku perhatikan seksama, ayahku sepertinya pemuda yang pemalu. Terbukti dari foto ayah yang senyumnya tidak mekar banget.
Puas memperhatikan foto ayahku. Aku kembali membuka album kedua. Album ketika di Desa Bakik. Menurut orang Bangka, di Bakik terdapat kuburan keramat. Yang bisa mengabulkan permintaan. Padahal itu merupakan perbuatan syirik.
Satu persatu ku perhatikan foto ketika aku masih SMP. Hitam dan jelek sekali diriku waktu itu. Maklum, saat itu aku suka ikut kegiatan pramuka. Aku tidak suka merawat tubuh seperti perempuan sebaya ku.
Ku pandangi wajah ibuku. Ibuku tersenyum dipeluk kakak perempuanku. Ibuku memang wanita yang murah senyum. Ibuku wanita ceria yang sifatnya diturunkan kepada adik perempuanku. Setiap mengabadikan moment, adikku itu selalu tersenyum.
Aku melanjutkan pandangan ke wajah nenek dari ibuku dan dari ayahku. Tersenyum pula kedua orang tua ini. Nenek dari ibuku dipeluk tanteku sedangkan nenek dari ayah aku sendiri yang memeluk.
Kakekku tak mau ikut berfoto. Sedangkan kakek dari ayahku telah meninggal dunia sewaktu aku lahir. 40 hari umur kelahiranku, kakekku kecelakaan di Jl. Mentok sehingga nyawanya tak tertolong.
Selesai menghabiskan album kedua, ku buka album ulang tahunku dan ulang tahun kakak perempuanku. Lucu juga. Kami berdua sengaja merayakan ulang tahun. Sedangkan sejak kecil tidak pernah.
Sayangnya, foto masa kecil kami tidak terabadikan dalam bingkai kenangan. Keterbatasan waktu membuat ibu dan ayah tak sempat mengkoleksi foto kami. Hanya ada 1 foto 5 bersaudara tanpa abang dan foto kami berenam lengkap.
Album kenangan, menyisakan kenangan manis semasa dulu
Terhenyak aku, memandang ayahku ketika masih perjaka. Belum menikah dengan ibu. Ayahku berpostur tubuh tinggi tegap. Senyumnya banyak yang dikulum. Gaya modis di tahun 70-an. Memakai topi bulat berpose di Candi Borobudur. Candi idamanku selama ini. Candi yang terletak di Magelang, Yogyakarta itu entah kapan akan terinjak oleh kaki ku.
Ku perhatikan seksama, ayahku sepertinya pemuda yang pemalu. Terbukti dari foto ayah yang senyumnya tidak mekar banget.
Puas memperhatikan foto ayahku. Aku kembali membuka album kedua. Album ketika di Desa Bakik. Menurut orang Bangka, di Bakik terdapat kuburan keramat. Yang bisa mengabulkan permintaan. Padahal itu merupakan perbuatan syirik.
Satu persatu ku perhatikan foto ketika aku masih SMP. Hitam dan jelek sekali diriku waktu itu. Maklum, saat itu aku suka ikut kegiatan pramuka. Aku tidak suka merawat tubuh seperti perempuan sebaya ku.
Ku pandangi wajah ibuku. Ibuku tersenyum dipeluk kakak perempuanku. Ibuku memang wanita yang murah senyum. Ibuku wanita ceria yang sifatnya diturunkan kepada adik perempuanku. Setiap mengabadikan moment, adikku itu selalu tersenyum.
Aku melanjutkan pandangan ke wajah nenek dari ibuku dan dari ayahku. Tersenyum pula kedua orang tua ini. Nenek dari ibuku dipeluk tanteku sedangkan nenek dari ayah aku sendiri yang memeluk.
Kakekku tak mau ikut berfoto. Sedangkan kakek dari ayahku telah meninggal dunia sewaktu aku lahir. 40 hari umur kelahiranku, kakekku kecelakaan di Jl. Mentok sehingga nyawanya tak tertolong.
Selesai menghabiskan album kedua, ku buka album ulang tahunku dan ulang tahun kakak perempuanku. Lucu juga. Kami berdua sengaja merayakan ulang tahun. Sedangkan sejak kecil tidak pernah.
Sayangnya, foto masa kecil kami tidak terabadikan dalam bingkai kenangan. Keterbatasan waktu membuat ibu dan ayah tak sempat mengkoleksi foto kami. Hanya ada 1 foto 5 bersaudara tanpa abang dan foto kami berenam lengkap.
Album kenangan, menyisakan kenangan manis semasa dulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar