Mutiara Hadits Imam Ja‘far as

“Tiga manusia adalah sumber kebaikan:
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara),
manusia yang tidak melakukan ancaman,
dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

Sabtu, 28 Mei 2016

Aku Kembali

Tak terasa, entah berapa lama sudah aku membisukan blog ini
Tak ku sangka, dulu aku begitu terbawa perasaan, aku tak pandai mengendalikan emosiku, benar-benar tak ku sangka.

Ilahi Rabbi, terimakasih atas kesempatan, terimakasih atas waktu.

Entah karena apa, mungkin karena kesukaan ku terhadap sebuah tulisan, hingga aku kembali...
aku kembali membaca tulisan-tulisan yang pernah ku buat
kata demi kata yang telah ku rangkai menjadi sebuah kalimat
entahlah, bermakna atau tidak tetapi aku merasa bahagia
Entah kenapa, tiada terasa, airmata keluar begitu saja, tanpa rekayasa

Akankah aku kembali mengunjungimu wahai blog kesayanganku...
semoga...


Sabtu, 08 Maret 2014

Waktu yang Berharga

malam ini aku diberikan sedikit waktu untuk sekedar berjalan-jalan bersama nya, sahabatku..
tak terasa langkah awal kehidupan nyatanya akan dimulai
dia saat ini yang sedang sibuk bersama tugas akhirnya
tak sadar waktu berlalu begitu cepat teman...
tak terasa tiga tahun itu hampir berlalu
aku,,bahagia malam ini"
walaupun sekedar duduk di boncengan motornya
sedikit bercerita dengannya
saat-saat yang selalu ku rindukan
dan yang paling mengesankan, hal yang selalu ku ingat
nonton dinihari film "3 IDIOT" didalam gelap dan rintik hujan diluar sana
keseharianku bersamanya
walau tak ada ikatan darah diantara kami namun aku merasa dekat dengannya
hubungan kami adalah sama-sama cucu ADAM...
sahabat, semoga rejeki mendatangimu sehingga kau bisa lanjutkan menuntut ilmu mu
aku selalu berdoa
namun ingat, 2016 adalah tahun kita :) hehehe
doakan aku, semoga cerita kita di sore hari ketika mencuci piring itu tercapai :)
semoga ikatan persahabatan ini tak putus sampai kita nenek-nenek
love you my best friends :D

Selasa, 12 Februari 2013

sejatinya

sejatinya diriku dan dirimu hanyalah milik-NYA
diriku bukanlah tercipta untukmu
dirimu pun bukan tercipta untukku
kita berdua telah mentakdirkan diri kita
ketika kita lahir
kita telah menentukan umur kita
kita telah menentukan kematian dan dimana kita menghembuskan nafas terakhir

sejatinya, dirimu tak pantas mengakui bahwa aku adalah milikmu
sejatinya, diriku hanyalah ciptaan-NYA dan akan kembali pada penciptaku

bukannya aku meremehkan dirimu
namun itulah kenyataannya dan kau harus tau itu

Minggu, 10 Februari 2013

RISOLES ISI RAGOUT AYAM


Bahan kulit:
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
3 btr telur
250 ml susu cair
1 sdm mentega, lelehkan
margarine untuk olesan

Cara membuat:

  1. Ayak terigu, taruh dalam mangkuk bersama garam. Buat lubang ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah.
  2. Tambahkan susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
  3. Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
  4. Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
  5. Olesi wajan dadar diameter 12 cm dengan margarine, panaskan.
  6. Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
RAGOUT:
250 gr ayam, dipotong dadu
100 gr wortel potong dadu kecil
3 siung bawang putih
½ butir bawang Bombay
1 batang daun seledri cincang halus
250 ml susu UHT
250 ml kaldu ayam
150 gr terigu ( Kemarin pakai 15 gr salah baca ukuran )
½ sdt merica
½ sdt pala bubuk
1 sdt garam
1 sdm gula

Bahan memanir:
300 gram tepung roti
3 butir telur ( kocok lepas )


Cara Membuat:
1. Tumis bawang putih dan Bombay hingga harum
2. Masukan ayam, wortel, daun seledri, garam, merica, gula, pala bubuk
3. Masukkan tepung terigu.
4. Aduk hingga masak
5. Masukkan air kaldu dan susu secara bertahap sampai adonan mengental.
6. Angkat dari api dan dinginkan

Penyelesaian:
- Ambil selembar kulit risol kemudian isi dengan 1 sdm ragout, kemudian lipat dan gulung. Lakukan hingga adonan kulit habis
- celupkan risol ke dalam kocokan telur, gulingkan di atas tepung panir.
- Simpan di kulkas selama kurleb 1 jam
- Goreng hingga kecoklatan
- Sajikan dengan cabe rawit atau saus sambal

Sumber : wantipunyadapur.blogspot.

Resep Brownies Kukus Cokelat









Brownis kukus nan lembut dan memiliki dua rasa yang super istimewa ini bisa menjadi buah tangan untuk orang tua tersayang.


Bahan I:
3 butir telur
75 gram gula pasir
1/2 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
35 gram tepung terigu protein sedang
20 gram cokelat bubuk
1/4 sendok teh baking powder
50 gram margarin, dilelehkan
30 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
40 gram meises cokelat untuk taburan

Bahan Ii:
2 butir telur
40 gram gula pasir
1/2 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
40 gram tepung terigu protein sedang
1/4 sendok teh baking powder
30 gram margarin, dilelehkan
20 gram cokelat masak putih, dilelehkan
1/2 sendok makan selai stroberi
5 tetes pewarna merah muda

Cara Pengolahan :

    Adonan I: kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diaya dan diaduk rata.
    Masukkan margarin leleh dan cokelat masak pekat leleh. Aduk perlahan. Tuang di loyang 24x10x4 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Kukus 10 menit dengan api sedang. Tabur meises. Kukus lagi 5 menit.
    Adonan II: kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambakan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
    Masukkan campuran margarin leleh, cokelat masak putih leleh, selai stroberi, dan pewarna merah muda. Aduk perlahan.
    Tuang di atas bahan I. Kukus lagi 15 menit sampai matang.

Untuk 12 potong


Resep Chocolate Brownies Lapis

Bahan I:
4 butir telur ayam
160 gr gula pasir
6 gr emulsifier

Bahan II:
100 gr tepung terigu sedang
20 gr cokelat bubuk
20 gr susu bubuk
1/4 sdt baking powder

Bahan III (Cairkan);
100 gr margarin
50 gr butter

Bahan vla:
250 ml susu cair putih
50 gr gula pasir
2 btr kuning telur
1 sdt margarin
15 gr tepung maizena
2 sdm rum

Cara membuat:
1. Siapkan 3 loyang bulat, diameter 18 cm, olesi margarin dan lapisi kertas roti.
2. Kocok bahan I dengan mixer sampai kental dan mengembang, lalu masukkan bahan II dan bahan III yang sudah dicairkan.
3. Tuang adonan ke dalam 3 loyang, lalu kukus selama 15 menit sampai cake matang. Dinginkan, sisihkan.
4. Vla: Campur semua bahan vla jadi satu, kecuali rum. Masak di atas api kecil sampai adonan mengental. Setelah dingin, baru masukkan rum.
5. Ambil satu buah cake, beri vla, tumpuk dengan cake satunya, agak ditekan agar padat.
6. Taburkan cokelat bubuk di atasnya. Potong-potong saat akan disajikan.

Untuk 10 orang
Resep: Jeanne Raharja
Penyusun: Nuraini W.
Penata saji: T. Firta Hapsari 


U 're my everything

Di penghujung Januari 2012, aku mengenalnya melalui chatting via facebook.

Pagi itu, setelah membersihkan warnet tempat ku bekerja, seperti biasa aku aktifkan facebook.

Aku memutar musik via media player.

Sembari menyedot debu dengan vacuum cleaner, terdengar bunyi pertanda ada yang menyapaku via chatting.

Aku tak langsung menengok layar komputer.

Ku sudahi pekerjaanku.

Ku lihat seorang pria, dengan nama Amirullah menyapaku.

Ku balas chatting-nya agar tak sombong.

Chatting berlanjut hingga curhat kesana kemari.

Akhirnya dia meminta nomor hengpong-ku dan entah mengapa dengan mudahnya ku berikan.

Malamnya, dirumahku dia sms memintaku untuk menelpon.

Sopan, kesan pertma untuknya.

Dia tak langsung menelpon tetapi minta izin dulu.

Aku ingin menguji sabarnya dia. Ku tolak niatnya untuk mengobrol via telpon.

Ku beri izin besok setelah subuh, dia boleh menelponku.

Esoknya,subuh,, setelah selesai shalat dia menelponku. Pembicaraan singkat kami terhenti karena aku harus ziarah ke makam ayahanda tercinta.

Jumat yang indah.
Hubungan berlanjut hingga seminggu setelah itu kami resmi jadian.

LDR (Long Distance Relationship) hingga beberapa bulan. Dia berada jauh di seberang pulau sana.

Dia mengabdi di Pesantren di Madura.

Aku belum pernah sedikitpun melihat wajahnya. Hanya foto saja yang bisa ku lihat.

Komunikasi berjalan lancar, sms dan telpon berlangsung.
Aku sangat senang ketika dibangunkan setiap azan subuh.

Walau mataku masih mengantuk, dengan lembutnya dia mengajakku shalat sedangkan dia sudah pulang dari masjid pondoknya.

Dia tak akan mematikan hengpong hingga mendengar gemericik wudhu-ku.

Shalat adalah hal yang sangat sakral untuknya.
Terkadang di telpon, dia lantunkan ayat suci al-quran.
Dia ucapkan hadist nabi beserta maknanya.
Aku senang mendengarnya.

Hingga pada bulan ramadhan dia kembali ke bangka.
Dan dia telah selesai mengabdi.

Pertemuan pertamaku dengannya di konter.

Dia baik dan sopan. Dia lucu, dia ramah. Dia tidak pelit, dia suka makan.

Setiap makan nasi padang bersamanya aku selalu mensisihkan setengah bagianku untuknya. Aku tak sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu. Daripada mubazir..

Kini februari 2013,, genap setahun kebersamaan kami. Dia selalu ada untukku.

Dia memahami keegoisanku hingga menyulap egois itu menjadi hilang dalam diriku.

Dia mengerti aku, tak pernah memaksa kehendak dan membebaskanku melakukan apapun.

Dia sangat perhatian, dikala ku sakit dan sehat. Memperhatikan pola makan ku hingga banyak yang berkomentar aku terlihat gemuk.

Dia percaya selalu padaku.
Pengertian, kepercayaan, dan perhatian adalah pondasi kami.

Untukmu, yang sampai saat ini menghiasi hari-hariku, catatan ini ku persembahkan hanya untukmu...